Tuesday, November 18, 2008

Efek Beli 1 Lot







BNBR jatuh ke level Rp 131 per saham setelah dipicu oleh penjualan 1 lot. Saham BNBR pun akhirnya kepentok auto rejection batas bawah, setelah dibuka suspensinya Selasa (18/11/2008).

Transaksi itu terjadi akibat adanya kecocokan transaksi hanya sebanyak 1 lot (500 saham) saja senilai Rp 65.500 yang terjadi antara broker penjual PT Bahana Securities (DX) dengan broker pembeli PT Etrading Securities (YP).

Tidak terlihat adanya minat beli sama sekali. Boleh jadi permintaan beli ada di bawah level Rp 131. Namun permintaan tersebut tidak bisa dimasukkan pada perdagangan hari ini, sebab saham BNBR sudah kena auto rejection batas bawah untuk hari ini.

Tuesday, November 11, 2008

IHSG 1.336

Pada perdagangan Selasa (11/11), IHSG ditutup melemah 4,124 poin (0,31%) ke level 1.336,557.

Di pasar Asia, harga minyak mentah berjangka Nymex untuk kontrak Desember turun US$ 2,12 (3,4%) diperdagangkan di level US$ 60,29 per barel.

Sentimen negatif ini jugamelanda bursa Asia yang sore ini terpantau jatuh. Indeks Nikkei turun 272,13 poin (3%) pada level 8.809,3, sedangkan indeks Topix turun 27,29 poin (3%) pada level 889,36 dengan volume transaksi yang kecil.

Pengumuman paket stimulus pemerintah China tidak mampu menahan kejatuhan bursa Jepang akibat tingginya yen dan munculnya kekhawatiran terhadap melemahnya ekonomi Amerika.

Indeks Shanghai Composite di bursa China turun 31,19 poin (1,66%) pada level 1.843,61. Terkoreksinya bursa China dipicu aksi profit taking setelah indeks naik lebih dari 7% kemarin sebagai reaksi atas paket stimulus dari pemerintah China.

Adapun indeks Hang Seng di bursa Hong Kong turun 5,5% pada level 13.935,92.

Indeks KLCI di bursa Malaysia turun hingga 8% di level 896,81 dengan volume perdagangan yang besar. Indeks Kospi di bursa Korea turun 2,06% pada level 1.128,73 dipicu kekhawatiran melambatnya perekonomian yang diprediksi akan berimbas pada perusahaan teknologi.

Perdagangan di bursa Eropa sore ini terpantau dibuka turun. Indeks FTSE 100 turun 1,5%, DAX turun 2,2% dan indeks CAC turun 2%. Sektor komoditi dan perbankan kembali melemah atas kekhawatiran ekonomi global seiring dengan penurunan terhadap harga minyak mentah dan metal.

Sementara perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi 42.477 kali, dengan volume 2,155 miliar unit saham, senilai Rp 1,635 triliun. Sebanyak 57 saham naik, 90 saham turun dan 50 saham stagnan.

PT PP London Sumatera (LSIP) rontok Rp 175 menjadi Rp 2.675,

BUMI turun Rp 160 menjadi Rp 1.450,

AALI merosot Rp 100 menjadi Rp 8.100,

PTBA turun Rp 50 menjadi Rp 6.200.

TLKM turun Rp 50 menjadi Rp 6.100,

INDF turun Rp 40 menjadi Rp 970,

ANTM turun Rp 20 menjadi Rp 1.100 dan

TINS turun Rp 20 menjadi Rp 1.200.

BATA naik Rp 500 menjadi Rp 20.500,

ASII naik Rp 200 menjadi Rp 10.150

ITMG terangkat Rp 200 menjadi 8.900

INCO juga naik Rp 130 menjadi Rp 2.200

UNTR naik Rp 125 menjadi Rp 4.075

PGAS naik Rp 40 menjadi Rp 1.920.

Thursday, November 6, 2008

Tidak Ada Penjual

Mau beli (bid) tapi kok tidak ada yg mau jual (offer) ya? Ini biasa terjadi di saham dengan likuiditas dan kapitalisasi kecil.

Tidak Ada Pembeli

















Terlalu banyak yang mau jual (offer), tidak ada yg beli (bid). Harga akan terjun bebas...
Dibawah ini contoh saham BUMI setelah dibuka dari suspend. Semua mau jual saham BUMI, tapi tidak ada pembeli sama sekali (tidak ada yg bid)

S&P 500 vs Unemployment Rate

Berikut ini korelasi antara kejatuhan indeks bursa dibandingkan dengan data pengangguran (%) di USA (unemployment data) dari http://data.bls.gov.



Obama Terpilih, BUMI Dibuka, IHSG Melemah

Meski Obama telah terpilih, tantangan berat di bidang ekonomi masih menghadang, sehingga indeks Dow Jones justru jatuh 5,05% ke level 9139.27 dan index Nasdaq turun ke level 1681.64, index S&P jatuh ke level 952.77.
Pasar masih mengkhawatirkan pelambatan ekonomi karena belum yakin Obama mampu menyelesaikan permasalahan perekonomian AS dalam waktu singkat.

Harga minyak mentah Nymex pada penutupan dini hari tadi juga merosot hingga lebih dari 7% di level US$ 65 per barel. Emas diperdagangkan di level US$ 740 /troy ons.

IHSG ditutup anjlok 58,378 poin (4,27%) menjadi 1.307,897.

Sentimen negatif dari dalam negeri adalah keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga BI rate di level 9,5%. Langkah ini di luar ekspektasi pasar yang mengharapkan ada pemangkasan suku bunga, terkait tekanan inflasi yang mulai berkurang serta agar likuiditas di pasar yang kembali melimpah.

Saham BUMI dibuka kembali setelah di-suspend kurang lebih 3 minggu. Dan saham tambang batu bara ini langsung terkena auto rejection batas bawah 10% setelah harganya turun dari Rp. 2.175 menjadi Rp 1.975.
Tekanan jual begitu besar, dari sekitar 3,8 juta lot saham BUMI yang di-offer hingga sekitar pukul 10:00 WIB, tak satupun investor yang melirik. Volume saham yang ditawarkan dengan harga terendah itu pun memecahkan rekor bursa lokal.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi 35.491 kali, senilai Rp 1,98 triliun. Sebanyak 18 saham naik, 140 saham turun dan 28 saham stagnan, Untraded 296 saham.
Asing Net Buy 82.7 Milyar.

Nilai penutupan saham:
ASII: 10,350
AALI: 8,000
UNTR: 3,675

TLKM: 5,700
ISAT: 5,150

BMRI: 1,720
BBCA: 2,775

PGAS: 1,580
PTBA: 5,500
ANTM: 1,000
INCO: 1,790
TINS: 1,090

INDF: 1,060
KLBF: 590
UNVR: 7,850

INTP: 3,450
SMGR: 3,200