Thursday, November 6, 2008

Obama Terpilih, BUMI Dibuka, IHSG Melemah

Meski Obama telah terpilih, tantangan berat di bidang ekonomi masih menghadang, sehingga indeks Dow Jones justru jatuh 5,05% ke level 9139.27 dan index Nasdaq turun ke level 1681.64, index S&P jatuh ke level 952.77.
Pasar masih mengkhawatirkan pelambatan ekonomi karena belum yakin Obama mampu menyelesaikan permasalahan perekonomian AS dalam waktu singkat.

Harga minyak mentah Nymex pada penutupan dini hari tadi juga merosot hingga lebih dari 7% di level US$ 65 per barel. Emas diperdagangkan di level US$ 740 /troy ons.

IHSG ditutup anjlok 58,378 poin (4,27%) menjadi 1.307,897.

Sentimen negatif dari dalam negeri adalah keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga BI rate di level 9,5%. Langkah ini di luar ekspektasi pasar yang mengharapkan ada pemangkasan suku bunga, terkait tekanan inflasi yang mulai berkurang serta agar likuiditas di pasar yang kembali melimpah.

Saham BUMI dibuka kembali setelah di-suspend kurang lebih 3 minggu. Dan saham tambang batu bara ini langsung terkena auto rejection batas bawah 10% setelah harganya turun dari Rp. 2.175 menjadi Rp 1.975.
Tekanan jual begitu besar, dari sekitar 3,8 juta lot saham BUMI yang di-offer hingga sekitar pukul 10:00 WIB, tak satupun investor yang melirik. Volume saham yang ditawarkan dengan harga terendah itu pun memecahkan rekor bursa lokal.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi 35.491 kali, senilai Rp 1,98 triliun. Sebanyak 18 saham naik, 140 saham turun dan 28 saham stagnan, Untraded 296 saham.
Asing Net Buy 82.7 Milyar.

Nilai penutupan saham:
ASII: 10,350
AALI: 8,000
UNTR: 3,675

TLKM: 5,700
ISAT: 5,150

BMRI: 1,720
BBCA: 2,775

PGAS: 1,580
PTBA: 5,500
ANTM: 1,000
INCO: 1,790
TINS: 1,090

INDF: 1,060
KLBF: 590
UNVR: 7,850

INTP: 3,450
SMGR: 3,200

No comments: